Informasi

Informasi Dari Rencana Reklamasi Benoa

Jika membicarakan Teluk Benoa, Anda pasti akan langsung berpikiran pada reklamasi Benoa yang sekarang ini menjadi bahan pembicaraan banyak tempat. Teluk Benoa sendiri berada di perairan lintas kabupaten yakni Denpasar dan Badung. Wilayah dari Teluk Benoa ini termasuk di dalam, 3 kecamatan yakni Denpasar bagian Selatan, Kuta serta Kuta bagian Selatan. Ekosistem yang berada di Teluk Benoa ini terdiri atas dari 2 ekosistem besar yakni Mangrove dan Padang Lamun. Ekosistem utama yang ada di Teluk Benoa ini ialah ekosistem mangrove.

Untuk ekosistem padang lamun, dan perairan di sekitarnya ialah mata rantai dari sistem yang kompleks. Keberadaannya memiliki fungsi sebagai habitat berbagai jenis biota laut serta sebagai sistem penyangga antara mangrove dan terumbu karang. Memang, rencana dari reklamasi menimbulkan berbagai macam pertentangan untuk masyarakat Bali.

Baca disini: Masyarakat bali memberi alasan, tolak reklamasi

Berikut berbagai macam kerusakan yang semakin parah di Teluk Benoa jika dilakukan reklamasi Teluk Benoa, antara lain:

• Terjadinya penyumbatan yang berada di daerah aliran sungai di sekitaran Teluk Benoa,
• Teluk Benoa akan menjadi kurang produktif dikarenakan keadaan teluk yang rusak parah, hal ini karena endapan bekas jalan tol yang tidak diangat dan rembesan minyak di pelabuhan benoa yang terjadi tanpa ada pengawasan. Selain itu terjadi pendangkalan dan sedimentasi yang menyentuh pesisir,
• Sudah tidak ada biota laut yang bisa ditangkap nelayan ketika laut sedang surut,
• Terjadi luberan karena sumbatan daerah aliran sungai,
• Perputaran arus laut akan terhambat di mulut teluk.

Jika dilihat dari kondisi kawasan di Teluk Benoa, ide revitalisasi juga mulai dihembuskan, namun yang paling terdengar sangat kencang ialah isu reklamasi bukan revitalisasi. Bahkan, ada isu negatif jika nantinya reklamasi benar-benar dilakukan akan bisa menenggelamkan Bali. Selain keadaan Teluk Benoa, hal yang tidak boleh luput dari perhatian ialah keadaan masyarakat yang berada di kawasan tersebut karena terdapat 7 kelurahan yang diperkirakan akan terkena dampak secara langsung atau pun tidak secara langsung.

Untuk mata pencaharian penduduk yang berada di 7 kelurahan juga berbeda-beda, di tahun 2-1- yang lalu, banyak masyarakat yang bekerja di bidang pertanian, ada pula yang bekerja di bidang perikanan dan ada yang bekerja di pemerintahan. Tentu reklamasi dari Teluk Benoa ini harus di pertimbangkan secara benar-benar, seperti untuk dijadikan apa reklamasi tersebut? Apakah benar-benar bermanfaat untuk masyarakat yang berada di Bali, atau kah hanya isapan jempol belaka, selain itu apakah nantinya terdapat masalah serius jika reklamasi benar-benar dilakukan. Bukan hanya untuk masa sekarang melainkan untuk masa mendatang hal-hal ini dipertimbangkan.

Baca disini: Pro kontra reklamasi yang ada teluk benoa bali

Sebenarnya manfaat reklamasi juga bisa sebagai pemulihan area pantai, sedimentasi, abrasi terlebih untuk daerah pantai yang sering sekali terendam laut sehingga garis pantai di sebuah daerah harus terus di pertahankan. Contohnya seperti Teluk Benoa. Apabila Teluk Benoa ini dibiarkan seperti ini saja, hal ini akan berdampak pada pendangkalan masif yang berada di teluk dan bisa berakibat pada hancurnya taman hutan yang kaya dengan mangrove. Oleh sebab itu diperlukan revitalisasi Teluk Benoa. Reklamasi Benoa terus saja berhembus dengan kencang karena diperkirakan akan mendatangkan keuntungan. Terlepas dari keuntungan tersebut, reklamasi sebetulnya akan mendatangkan manfaat jika dilakukan tindakan yang tepat. Manfaat tersebut seperti memperluas lahan. Untuk negara yang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk tinggi, tentu reklamasi bisa digunakan untuk mengatasi adanya keterbatasan ketersediaan lahan yang bisa dimanfaatkan sebagai lahan pemukiman baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*