Informasi

Seperti Apa Sebenarnya Reklamasi Jakarta?

Reklamasi sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan dan memanfaatkan sumber daya lahan, yang ditinjau dari sudut sosial ekonomi dan sudut lingkungan dengan cara pengeringan dan pengurungan lahan. Reklamasi ini biasanya dilakukan untuk memperluas wilayah pantai atau pun memperbaiki lahan tambah yang telah rusak. Reklamasi sebetulnya dapat mencegah abrasi pantau namun juga dapat merusak ekosistem. Salah satu reklamasi yang sedang menjadi topik hangat ialah reklamasi Jakarta.

Baca juga: Informasi rencana reklamasi benoa

Dampak dari reklamasi ini sebetulnya tidak hanya di kondisi alam yang berada di daerah tersebut melainkan di kondisi sosial warga setempat. Dampak yang akan muncul bergantung dari proses reklamasi berlangsung. Walaupun reklamasi telah lazim dilakukan, namun ia tetap memerlukan pengkajian yang lebih komprehensif tentang kondisi wilayah reklamasi dari sebelum proses dilakukan sesuai dengan makna reklamasi tersebut. Tujuan utamanya sudah pasti menjadikan kawasan yang rusak berair menjadi lebih baik dan juga lebih bermanfaat. Reklamasi ini dilakukan sebagai pemulihan dan perbaikan lahan. Di Indonesia reklamasi masih terkesan masalah yang besar dan harus dihindari. Tidak dapat dipungkiri apabila dampak buruk reklamasi bisa dirasakan apabila prosesnya kurang hati-hati.

Untuk meminimalisir dampak buruk dari reklamasi ini biasanya diperlukan kajian yang lebih mendalam tentang proyek ini dengan melibatkan berbagai macam pihak dan didukung oleh teknologi yang canggih. Kajian yang komprehensif dan cermat dapat menghasilkan wilayah reklamasi yang lebih aman. Karena lahan reklamasi berada tepat di daerah perairan, simulasi perubahan pasca reklamasi juga harus diperhitungkan. Perubahan unsur ini biasanya bisa menimbulkan dampak yang kurang baik pada lingkungan masyarakat sekitar.

Selain memiliki dampak yang negatif, sebenarnya reklamasi juga memiliki dampak yang positif, seperti reklamasi kota Jakarta. berikut berbagai macam dampak positif apabila reklamasi benar-benar dilakukan dengan baik, antara lain:

• Mengurangi abrasi pantai,
• Menjadi sumber aliran yang abru agar dapat mencegah banjir,
• Mengurangi tingkat kepadatan penduduk yang menumpuk dan menciptakan wilayah yang bebas dengan penggusuran,
• Reklamasi tidak selalu menghilangkan pekerjaan masyarakat karena adanya reklamasi juga dapat mendatangkan lapangan pekerjaan yang baru, bahkan mungkin akan lebih baik.

Untuk reklamasi daerah Jakarta, kawasan ini memang menjadi konsentrasi di pantai utara. 7 kelurahan pesisir pantai utara yang memungkinkan untuk terkena dampak dari reklamasi ini seperti Kapuk Muara, Kamal Muara, Penjaringan, Pluit, Tanjung Priok, Ancol, Koja, Cilincing, Kalibaru, Marunda. Wacana reklamsi sendiri sudah digulirkan sejak tahun 1995 yang lalu, selain untuk mengatasi langkanya lahan di kawasan Jakarta, proyek ini juga digunakan untuk mengembangkan wilayah dari Jakarta Utara yang lebih tertinggal bila dibandingkan dengan 4 wilayah yang lainnya. Namun, keputusan dari pemerintah provinsi Jakarta, pada saat tersebut bertabrakan dengan Kementrian lingkungan hidup bahkan hingga sekarang, kementrian menganggap apabila reklamasi akan merusak kondisi pantai.

Baca: Pro dan kontra reklamasi di bali

Pemerintah kementrian lingkungan hidup menolak adanya reklamasi karena, reklamasi di wilayah Jakarta ini akan mengakibatkan berbagai macam pohon bakau akan punah, selain itu reklamasi juga dapat memperparah banjir karena akan mengubah aliran sungai di kawasan Jakarta Utara. Terakhir, reklamasi akan menimbulkan dampak yang buruk untuk nelayan pantai. Namun, pandangan pemerintah provinsi Jakarta berbeda. Reklamasi Jakarta bisa memperlancar aliran banjir ke lautan, selain itu reklamasi dapat digunakan untuk memperbaiki kawasan pantai, dan pulau yang dihasilkan dari reklamasi akan menghasilkan kawasan menjadi baik. Pro kontra ini masih saja berlangsung hingga 10 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*